FAKTA DAN MITOS PENYELAMAN-PENYELAMAN

Menyelam adalah kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air, dengan atau tanpa menggunakan peralatan, untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Penyelaman adalah kegiatan yang dilakukan pada tekanan lebih dari 1 atmosfer absolut, baik di dalam air (penyelaman basah) maupun di dalam ruang udara bertekanan tinggi (penyelaman kering). Mitos dan pantangan-pantangan rupanya juga berlaku pada aktivitas diving. Buktinya, banyak mitos tak berdasar yang beredar di telinga para calon diver. Hal ini tentunya tak baik karena mitos itu belum tentu benar, pun seringkali menyusutkan semangat para calon diver untuk mulaibelajar.

1. “Diving Bukan untuk Pengidap Penyakit Asma”

Jika ingin mencoba diving, perlu memenuhi sejumlah syarat penting terkait dengan umur, kemampuan renang, serta kesehatan jasmani dan rohani. Bicara tentang kesehatan jasmani, setiap penyelam tak hanya membutuhkan persiapan ini kala membuat diving license saja, melainkan juga saat menyelam di lautan. Apabila memiliki riwayat penyakit asma, penyelam wajib menyiapkan antisipasi serta mengambi surat keterangan dokter sebelum kursus selam dimulai. Jika tidak, kamu tidak akan mendapat larangan diving dari pihak yang berwenang. Menurut Glenn, aturan ini juga berlaku bagi penyelam yang tengah sakit flu. Alasannya karena flu mampu mengganggu sistem pernafasan penyelam di dalam air. Meski begitu, asma dianggap bukan penghalang bagi seseorang untuk melakukan diving. Menurut Miss Scuba International 2011 Dayu Hatmanti, faktor utama yang menentukan apakah seseorang boleh menyelam atau tidak adalah momen pengambilan diving licence. Kala itu, lo akan melalui tes untuk menguji kelayakan dalam diving dari berbagai aspek.

2. “Menyelam Tanpa Diving License Boleh-boleh Saja”

Untuk bisa mengemudikan suatu kendaraan, kamu tentu perlu mendapatkan SIM agar mampu pergi ke berbagai tempat yang dikehendaki. Hal ini juga berlaku dalam kegiatan diving. Setiap orang wajib menyiapkan diving license untuk bisa menyelam bebas di sejumlah perairan. Mengacu pada realita, banyak perairan yang tidak mewajibkan para penyelam untuk memiliki diving license. Glenn berasumsi bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat dalam menyambangi tempat terpencil sebelum istilah “diving” terkenal di Indonesia. Kala itu, banyak orang meminjam alat-alat diving untuk bisa menyelam di daerah setempat. Glenn menyebut aktivitas tersebut kini memiliki istilah bernama “Discover Scuba”. Pengadaan kegiatan ini dimaksudkan agar orang awam dapat mencicipi sensasi diving. Melalui Discover Scuba, kamu dapat menyelam hingga kedalaman 5-7 meter bersama instrukstur selam. Jika ingin menyelam tanpa ditemani instruktur, kamu wajib memiliki diving license. Jadi, kehadiran diving license tetap diperlukan buat kamu yang hobi menyelam.

3. “Belajar Diving Adalah Hal Menakutkan serta Bukan Perkara Mudah”

Mitos ini tidak dibenarkan oleh Glenn. Menurutnya, diving dapat dipelajari secara mudah dan menyenangkan oleh siapapun. Jadi, mitos ini tak boleh dijadikan alasan buat kamu untuk menunda belajar diving. Ketika belajar diving, akan mendapat pembelajaran tentang teori dasar penyelaman. Materi lainnya yang diajarkan instruktur selam adalah bagaimana cara menjaga fokus dan kenyamanan di bawah air. Dengan mengikuti pelatihan diving, kamu bakal lebih siap dalam menghadapi berbagai kesulitan di bawah air. Berlatih diving juga akan membuat kamu lebih tenang saat terjun menyelam di suatu perairan baru. Pokoknya, akan mendapat banyak pengalaman berharga saat belajar diving bersama para ahli. Selama latihan diving, cobalah untuk melakukannya secara disiplin agar hasil yang didapat benar-benar memuaskan.

4. “Tak Ada Risiko dalam Olahraga Diving”

Sebagian orang di sekeliling kamu mungkin pernah berkata bahwa diving tidak menyimpan risiko. Ucapan ini biasanya disampaikan oleh mereka yang memprioritaskan hal komersial dalam diving. Faktanya, diving tidak berbeda dengan olahraga lainnya yang memiliki risiko terhadap para pelakunya. Menurut Glenn, hal terpenting yang perlu dilakukan setiap penyelam adalah menghafal teori dan praktek diving secara benar. Ia juga berpendapat bahwa para penyelam harus mengetahui cara mengatasi masalah yang mungkin terjadi di bawah air. Dengan demikian, diving dapat berlangsung aman dan nyaman. Glenn mengatakan diving selalu disertai dengan risiko. Akan tetapi, hal buruk takkan terjadi selama diving dilaksanakan dengan benar serta mengacu pada prosedur yang berlaku. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk melakukan diving sesuai prosedur serta berhati-hati.

5. “Isi Tabung Udara Hanyalah Oksigen”

Perlu diingat, tabung oksigen diving tak menyimpan udara yang sama dengan udara yang kamu hirup dalam kehidupan sehari-hari. Tabung tersebut menyimpan kandungan berupa 78% nitrogen, 20% oksigen, serta gas-gas lain. Kadar nitrogen dalam tabung tersebut diketahui sama dengan jumlah yang ada di darat. Meski begitu, kamu tetap harus berhati-hati selama menghirup udara dari tabung tersebut. Jika menghirup nitrogen terlalu lama di bawah air, penyelam bisa berisiko terkena penyakit dekompresi. Penyakit ini disebabkan oleh nitrogen yang gagal keluar dari permukaan kulit hingga akhirnya membentuk gelembung udara dalam aliran darah.

Komentar

Postingan Populer