PERALATAN SELAM
Penyelaman dengan alat dasar dan penyelaman menggunakan SCUBA memiliki beberapa perbedaan pada alat yang digunakan. Pada alat dasar selam, alat yang digunakan yaitu hanya sebatas masker, snorkel dan fins tanpa menggunakan alat bantu pernafasan. Karena pada dasarnya alat dasar selam dipergunakan untuk penyelaman permukaan atau dikenal sebagai snorkeling/skin diving. Pada skin diving, penyelam pada umumnya menggunakan alat tambahan weight belt yang dapat membantu penyelam masuk ke kolom perairan untuk tujuan tertentu. Weightbelt berfungsi sebagai penambah massa pada tubuh sehingga daya apung pada tubuh berkurang,
Penyelaman SCUBA merupakan suatu
kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air
dengan menggunakan peralatan scuba (Self
contained underwater breathing apparatus)
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
SCUBA mulai dikenal
pada tahun 1943, diperkenalkan oleh seorang perwira angkatan laut
prancis bernama Jaques Cousteau dan seorang insinyur yaitu Emile Gagnan.
Sistemnya dikenal dengan nama aqualung.
Aqua (air), lung (paru-paru).
Peralatan Melihat Dan Berenang
Masker

Masker SCUBA berbeda dari jenis masker lainnya. Dibuat khusus untuk SCUBA diving, yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi seperti tempered glass dan silicon (bahan yang cukup kuat untuk menahan tekanan serta ancaman lingkungan bawah air). Terdapat beberapa tipe masker, yaitu: (a). Mono lens (b) Double lens (c) Multiple lens (d) Full face lens. Pilihlah salah satu diantaranya yang sesuai dengan wajah dan nyaman dipakai. Untuk menguji kekedapannya yang sempurna, kenakanlah masker pada wajah tanpa mengaitkan strap ke kepala, tarik nafas menggunakan hidung, jika masker memiliki kekedapan yang sempurna maka masker akan tetap menempel pada wajah. Fungsi utama masker yaitu agar kita dapat melihat objek yang terdapat di perairan secara jelas serta melindungi mata dari material asing yang dapat mengganggu penglihatan.
Snorkel

Snorkel adalah sebuah pipa yang
dipergunakan untuk bernafas oleh penyelam di permukaan air, berguna untuk skin
diving sewaktu istirahat di permukaan perairan. Melalui snorkel, seorang
penyelam dapat bernafas dengan mudah di perairan tanpa menegakkan kepala keluar
dari air saat berada di permukaan. Panjang pipa 30 cm, apabila lebih maka akan
semakin besar volume udara mati (dead air
space) yang dapat mengurangi udara baru masuk ke paru-paru. Snorkel pada
umumnya digantungkan di sebelah kiri masker pada saat penyelaman. Sebuah
snorkel terdiri dari sebuah tabung melengkung dan sebuah mouthpiece. Snorkel
ini diebut tipe “J”. Desain lain yang umum adalah flexible snorkel. Ini adalah
snorkel tipe “K” yang memiliki katup kuras serta memungkinkan mouthpiece menggantung lebih jauh dari wajah. Sebuah fitur umum pada snorkel yaitu purge valve (katup pembersih) yang terletak
di bawah mouthpiece. Purge valve memungkinkan air mengalir
dari bagian bawah snorkel sehingga air lebih mudah dibersihkan. Splash guard berfungsi mencegah percikan
air masuk ke dalam snorkel pada saat menyelam.
Fins

Fins adalah sepatu yang berselaput
seperti kaki katak yang berfungsi untuk menambah efisiensi serta mobilitas
penyelam di dalam air serta menambah laju pergerakan dengan usaha seminimal
mungkin. Kemampuan bergerak secara efisien di dalam air sangtlah penting untuk
keselamatan dan kenikmatan menyelam. Dengan menggunakan fins maka kecepatan
renang 10 kali lebih besar dibanding tanpa menggunakan fins. Terdapat dua jenis
fins yaitu: adjustable open heel dan full foot. Jenis fins open heel harus
menggunakan boots.
Boots
Boots merupakan sepatu yang digunakan pada saat penyelaman ketika menggunakan fins jenis open heel. Hal ini berguna untuk menghindari cedera kaki sewaktu menyentuh dasar laut, karang serta benda-benda keras lainnya juga perlindungan terhadap kejang kaki akibat suhu perairan yang rendah.
Peralatan Apung
BCD (Buoyancy Compensator Device)

Buoyancy compensator adalah
perlengkapan yang sangat penting bagi seorang penyelam. Buoyancy compensator
dapat memberikan daya apung positif, daya apung netral serta sebagai peralatan
untuk suatu pertolongan. Buoyancy compensator dapat membuat kita naik secara
cepat ke permukaan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun penggunaan
buoyancy untuk menaikkan penyelam secara cepat sangat tidak dianjurkan karena
akan mengakibatkan beberapa penyakit barotrauma akibat tekanan yang menurun
secara drastis.
Perangkat control daya apung “BCD” dipergunakan untuk mengkompensasi pergeseran daya apung yang terjadi ketika penyelam mengubah kedalaman. BCD berisikan kantong udara yang dipompa dengan udara dari tabung. Penyesuaian apung dicapai dengan mengembangkan ataupun mengempiskan kantong udara. Kantong udara harus terbuat dari bahan yang tahan lama untuk mencegah tusukan atau kerusakan terlalu dini. BCD harus memiliki katup overpressure (katup sampah). Hal ini untuk mengeluarkan udara dari BCD akibat kelebihan tekanan. Katup ini sebagai ventilasi untuk mencegah pecahnya/ overinflasi.
Ada dua bentuk umum BCD yang tersedia saat ini. Kedua bentuk tersebut ditemukan dengan bentuk dasar yang sama namun berbeda dalam hal letak kantong udaranya. Bentuk tersebut yaitu “Jacket Style” dan “Back Inflation”. Jacket style adalah bentuk BCD yang paling popular. Dengan bentuk ini, kantong udara membungkus kedua sisi tubuh penyelam serta membantu dalam mempertahankan posisi vertikal penyelam. Namun ketika kantong udara sampai penuh, Jacket style BCD dapat menghimpit tubuh penyelam. Untuk itu ukuran BCD harus disesuaikan dengan ukuran tubuh penyelam. Sementara Back inflation BCD, seluruh kantong udara terletak di belakang tubuh penyelam. Ini berarti tubuh penyelam tidak akan terhimpit jika diisi udara yang banyak. Namun dengan menggunakan BCD ini, penyelam akan kesulitan dalam mempertahankan posisi vertikalnya.
Peralatan Keamanan (Safety Equipment)
Pisau Selam
Pisau selam adalah piranti keamanan dan piranti kerja. Pisau digunakan untuk memberikan isyarat di dalam air, membantu penyelam untuk melepaskan diiro ketika terjerat atau dapat juga digunakan sebagai piranti pengungkit. Pisau selam terbuat dari logam heavy duty stainless dan biasanya terpasang di betis bagian dalam penyelam. Pisau selam harus mempunyai sisi potong dan sisi bergerigi seperti gergaji.
Sarung Tangan
Pakaian Pelindung
Kehilangan panas tubuh adalah kondisi yang berbahaya saat menyelam walaupun menyelam di perairan tropis. Kehilangan panas tubuh terjadi 25 kali lebih cepat di dalam air. penggunaan pakaian selam dapat menghambat kehilangan panas tubuh yang berarti karena adanya batas antara kulit dan air. Pakaian selam juga dapat melindungi tubuh dari sengatan biota perairan serta goresan terumbu karang. Jenis pakaian selam terdiri dari: (a) Dry suit (b) Wet suit
a. Dry Suit

Seorang penyelam dalam suhu air kurang
dari 75 derajat
Farenheit memerlukan perlindungan dari suhu dingin tersebut. Karena
hal ini maka diciptakanlah Dry Suit yang menggunakan bahan pelapis di dalamnya
berupa wool dan kapas. Pakaian selam semacam ini sulit dirawat karena
keusangan, robek dan goresan yang dapat membuat air membasahi seluruh pelapis
yang mengakibatkan daya apung negative pada penyelam.
Pakaian pelindung penyelam yang kini umum digunakan adalah foam neopene wet suit, terbuat dari karet neoprene yang mempunyai gelembung-gelembung busa berudara. Bahan ini tida menyerap air. Tebal bahan yang umum digunakan 3/16 inch dan ¼ inch. Wet suit berupa celana dan jacket dengan sarung kepala sebagai pelengkap tambahan.
Weight Belt
Tubuh manusia akan mendapat daya apung ke atas di dalam air sebesar 6 pound atau lebih. Wet suit yang terbuat dari bahan neoprene akan menambah daya apung lebih besar 5 s/d 25 pound maka penyelam membutuhkan weight sebagai pemberat agar dapat dengan mudah masuk ke dalam air. Weight belt dibutuhkan untuk mengatur buoyancy/ daya apung masing-masing penyelam karena daya apung setiap penyelam itu berbeda-beda.
Belt yang umum digunakan yaitu selebar 2 inch yang terbuat dari anyaman nylon. Weight belt harus cukup pas dipakai untuk mencegah memutar dipinggang penyelam atau terlepas ke bawah. Weight merupakan pemberat yang terbuat dari timah yang dipasang pada bagian kanan dan kiri pada saat akan menyelam. Weight belt harus dilengkapi dengan quick release buckle yaitu suatu gesper pengancing yang dapat dilepas secara cepat.
Gear Bag
Penyelam membutuhkan sebuah gear bag untuk memuat seluruh perlengkapan selamnya, agar terkumpul, tidak berserakan dan terlindung dari terik matahari. Tas yang demikian disebut gear bag. Gunakan gear bag yang besar dan bisa mengangkut seluruh perlatan selam selama di perjalanan ataupun di boat. Tas ini harus kuat dan tahan air karena kondisi medan penyelaman biasanya basah dan berlokasi jauh.
Tank Selam
Tabung selam dirancang secara khusus dan di test agar dapat menampung udara bertekanan tinggi. Udara yang diisikan ke dalam tabung adalah udara yang kita hirup sehari-hari yang disaring dan bukan oksigen murni. Tabung selam biasanya berisi udara yang dimampatkan yang biasanya bertekanan 2500 - 3000 psi. Udara lebih ringan dibandingkan air sehingga pengaruh tersebut dapat menambah daya apung pada saat penyelaman. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengisian tabung selam, yaitu: (a) jangan mengisi udara melebihi tekanan izin tabung (b) isi tabung dengan udara bersih (c) setelah penyelaman selalu bilas dengan air tawar (d) tutup katup udara agar tidak masuk kotoran (e) hindari benturan.
Terdapat beberapa jenis bahan tabung selam: (a) Tabung baja, adalah tabung yang panjangnya seitar 25 inch dengn berat kira-kira 30 lbs pada saat kosong dan dirancang sedemikian rupa agar terapung. Bila udara maksimun yang dimampat kan ke dalam tabung yaitu 2250 psi. Tabung jenis ini harus digalvanisasi agar tidak berkarat. (b) Tabung aluminium 3000 psi, beratnya kira-kira 33 lbs dan panjang 26 inch. Tabung jenis ini tidakk perlu digalvanisasi karena adanya oksida aluminium itu sendiri yang merupakan suatu proteksi. Cukup dihindarkan dari kelembaban walapun sudah dilapisi dengan aluminium dioksida.
Regulator
Terdapat 3 jenis regulator selam, yaitu: (1) Single hose regulator (2) Double hose regulator dan (3) Octopus regulator. Single hose regulator adalah regulator selam yang umum digunakan saat ini. Single hose regulator terdiri dari:
- Tingkat pertama (first stage)dengan tekanan tinggi yang dikembangkan ke katup tabung
- Pipa bertekanan antara
- Tingkat kedua (second stage) terdiri dari sekat karet, pengungkit tingkat kedua, katup buang udara dan genggam mulut (mouthpiece).
High Pressure Gauge dan Depth Gauge
Terletak pada tingkat pertama yaitu tolok tekanan (high pressure gauge) biasanya ditandai dengan huruf HP. Di sinilah submersible gauge dipasang untuk dapat melihat langsung tekanan tabung pada saat menyelam. Alat ini merupakan salah satu alat yang paling berguna yang dipakai bersama regulator.
Tolok kedalaman (depth gauge) fungsinya
yaitu untuk mengetahui kedalaman di bawah permukaan air. Alat ini penting bagi
penyelam dalam penggunaan tabel selam. Tolok kedalaman terdiri dari 4 tipe,
yaitu: (1) Tipe kapilair (2) tipe bourdon terbuka (3) tipe bourdon tertutup (4)
tipe diafragma.
Senter Selam
Dengan adanya senter selam,
memungkinkan penyelam untuk menyelam pada malam hari. Banyak sekali macam
senter selam, baik ukuran maupun modelnya. Senter selam biasanya menggunakan
baterai sebagai daya. Banyak sekali jenis baterai selam yang ada di pasaran.
Pertama adalah baterai selam biasa (waterproof flashlight), kedua yang
ukurannya lebih besar, ketiga yang paling kuat daya dan cahayanya yaitu memakai
baterai dry cell dan beam lamp.
Kompas
Kompas merupakan piranti yang sangat penting dalam menentukan arah dalam penyelaman. Kompas adalah alat yang menunjukan dua kutub magnet. Saat ini magnet batang diganti dengan magnet cincin. Keuntungan menggunakan magnet cincin yaitu lebih kuat, lebih akurat dan lebih tenang.
Bendera Selam
Di
daerah penyelaman tertentu mewajibkan dikibarkannya bendera “diver below” agar
para pemilik kapal pesiar dan kapal lainnya yang kebetulan lewat daerah
penyelaman menghindar dengan jarak 100 feet. Bendera ini dapat dipasang pada
sebuah tiang sepanjang 36 inch pada float. Bentuk bendera penyelaman adalah
persegi panjang, warna dasar merah dengan garis putih yang melintang secara
diagonal dari ujung kiri ke ujung kanan bawah.
Kompressor
Untuk mendapatkan udara yang
dimampatkan ke tabung selam, semua penyelam menggunakan alat yang dinamakan
kompresor. Alat ini dirancang untuk mendapatkan daya tekan/ kompresi yang
tinggi sehingga menghasilkan tekanan udara yang sesuai dengan kemampuan isi
tabung (3000 psi).













Komentar
Posting Komentar