HEWAN BERBAHAYA SAAT PENYELAMAN


 HEWAN BERBAHAYA SAAT PENYELAMAN

    Laut adalah tempat yang menarik, sementara itu juga merupakan tempat berbahaya. Ada banyak hewan berbahaya yang hidup di laut. Kita harus berhati-hati saat menikmati laut, terutama ketika menyelam di laut.

Berikut adalah hewan-hewan berbahaya di laut dimana kita harus berhati-hati dengan mereka:

1. Ular Laut (Sea Snake)


    Kebanyakan ular laut dewasa hanya memiliki panjang 1-3 meter. Habitat mereka adalah di laut pada kedalaman 30 meter. Ular laut ini dikenal dengan bisanya, tercatat bahwa ular laut memiliki 4-5 kali lebih berbisa daripada ular berbisa yang ada didaratan. Ular laut ini dikenal pemalu dan akan menghindari manusia, ular ini tidak akan mengeluarkan racunnya kecuali dalam keadaan mendesak atau terganggu, mulutnya yang kecil dan gigi nya yang panjang mencapai 2 mm, makanannya adalah ikan-ikan kecil. Dianjurkan bagi penyelam jika menyelam di daerah yang banyak ular lautnya untuk menggunakan baju selam dengan tebal 3 mm, apabila bertemu segera hindari dan jangan diganggu.

2. Ikan Pari (Stingray Fish)


    Ikan pari memiliki ciri yang khas yaitu badan pipih dan lebar, ekor panjang yang ujungnya sangat tajam yang mengandung racun. Ikan pari sering berkamuflase dengan membenamkan diri kedalam pasir sehingga banyak penyelam yang tidak sengaja menginjak atau tersentuh ikan pari. 
Akibat dari sengatan ikan pari penyelam akan merasakan tubuhnya seperti demam luar biasa yang jika tidak diobati secepatnya dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian.

3. Ubur-ubur (Jelly Fish)



    Ubur-ubur adalah hewan terunik dengan ciri seperti payung dan memiliki tentakel (kaki) dan memiliki ukuran yang beragam mulai dari yang paling kecil hingga yang raksasa serta memiliki warna yang beragam. Namun, dari sekian banyak jenis ubur-ubur ada beberapa yang memiliki bisa yang sangat menyakitkan bahkan mematikan. Efeknya bisa terasa terbakar atau bahkan tidak sadarkan dir

4. Gurita Cincin Biru (Blue Ringed Octopus)



    Gurita cincin biru ini hidupnya di celah karang dekat pantai, memiliki warna yang indah serta mencolok, berbentuk kecil memiliki 8 tentakel. Gurita ini akan mengeluarkan cincin biru dari tubuhnya apabila terganggu dan tidak sengaja tersentuh/terinjak. Efek dari sengatannya tidak langsung terasa namun akan timbul rasa sesak dan kelumpuhan pada penyelam jika tidak segera ditangani maka akan menimbulkan kematian. Cara pencegahan serangan sebaiknya penyelam harus berhati-hati sebaiknya penyelam menggunakan wet suite agar sengatan tidak langsung mengenai kulit. Apabila penyelam terkena sengatan hewan ini sebaiknya cepat dibawa kedaratan untuk mendapatkan penanganan.

5. Lion Fish



    Hewan ini hidup di terumbu karang bebatuan di kedalaman 20-50 m. Ikan ini terkenal dengan duri yang beracun, meskipun tidak mematikan namun racunnya dapat menyebabkan sakit kepala, muntah dan masalah pernapasan.

6. Fire Coral  (Millepora sp)



    Insiden terkait karang api sering terjadi di kalangan penyelam, terutama mereka yang memiliki kontrol daya apung yang buruk. Karang api biasanya memiliki formasi bercabang kuning-hijau atau kecoklatan. Penampilan luar mereka akan sering bervariasi tergantung pada substrat tempat mereka tumbuh atau faktor lingkungan seperti arus. Disaat snorkeling tidak dibenarkan untuk menyentuh karena dapat menyengat dan menembus kulit. yang dapat menimbulkan rasa bakar di kulit, efek jangka panjang adalah iritasi ringan mual hingga luka bakar.

 7. Bulu Babi



    Merupakan hewan laut berbentuk bulat dengan duri yang dapat digerakkan. Bulu babi dapat dijumpai di sepanjang pesisir pantai Indonesia pada suhu hangat atau celah karang terjal hewan ini cukup ditakuti karena durinya tersimpan bisa mematikan efek racun dari durinya adalah timbulnya rasa nyeri otot lemas dan syok.

8. Yellow Sea Anemone



    Termasuk kelas anthozoa dengan tubuh menyerupai bunga yang meliuk-liuk berwarna kuning bagi penyelam yellow sea anemone merupakan hewan yang cukup ditakuti karena memiliki racun bertipe actinotoxins yang mematikan efeknya lumpuh karena menyerang sistem saraf anemon sering ditemukan menempel pada karang, ubur-ubur dan hydra.

9. Hiu



    Salah satu binatang berdarah dingin yang peka terhadap bau darah, mudah terangsang oleh getaran merupakan biota yang suka penasaran dan mendekati apa saja yang dianggap asing maupun mengganggu dirinya. Setiap penyelam disarankan untuk menggunakan wet suite agar gigitan hiu tidak terlalui melukai kulit.

    Ada tiga cara yang dapat kita lakukan apabila tidak sengaja bertemu dengan hiu, yang pertama bisa bersembunyi di dinding karang untuk mengelabui hiu, kedua menekan purge button pada second stage untuk mengeluarkan gelembung agar bisa segera menjauh dari hiu, ketiga menendang hidung hiu yang merupakan system syaraf dari hiu. Apabila penyelam terkena serangan hiu sebaiknya bawa ke daratan dan balut dengan torniket untuk menghentikan pendarahan dan bawa ke rumah sakit. 

10. Hydroid peyengat (stinging hydroid)



    Jenis karang kulit yang berwarna putih dan kecoklatan berbentuk seperti bulu ayam, ia sangat gemulai bila ada arus yang berlalu. Akan tetapi dibalk kegemulaiannya terdapat bisa yang sangat kuat yang mengakibatkan rasa gatal dan sakit bila menyentuhnya. 

 

 













Komentar

Postingan Populer