KEADAAN DARURAT TANPA OKSIGEN


 Keadaan darurat selalu dimungkinkan terjadi pada setiap penyelaman, betapapun sempurnanya persiapan untuk itu telah dilakukan. Cukup banya factor yang menyebabkan diantarnya kondisi penyelaman, panic, cuaca, kedalaman, kerusakan peralatan dan lainnya. Keadaan ini jika tidak ditanggulangi secara cepat dan cepat sangat berpotensial menjadi penyebab terjadinya kecelakaan penyelaman. Karena itu tetap relevan untuk dianjurkan agar para penyelam senantiasa bersedia melatih diri, mempersiapkan diri, briefing, de-briefing, dive planning, check dan re-check peralatan sebelum menyelam,mempelajari prosedur baku dalam penyelaman dan sebagainya.

Dari sekian banyak keadaan darurat yang dapat terjadi setiap kali menyelam, situasi keadaan tanpa udara merupakan hal yang paling riskan penanggulangannya. Banyak orang yang memperdebatkan mengenai jalan atau cara terbaik yang dilakukan jika menghadapi masalah ini. Pada kenyataannya, tidak ada satu carapun yang dapat disepakati sebagai cara yang memuaskan dan memberikan jaminan keselamatan bagi pelakunya. Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia menawarkan beberapa cara  yang dianggap layak diantaranya:

a. Dengan Bantuan

Menghadapi keadaaan darurat penyelaman dengan bentuan dibagi atas 2 hal yaitu:

1. Octopus Air Source (AAS)

AAS dapat dilakukan dalam hal seseorang penyelam memberikan bantuan udara kepada buddy atau mitra selamnya melalui octopus didalam posisi itu penyelam di anjurkan untuk naik dan berhenti melanjutkan aktivitas penyelaman.

2. Buddy Breathing

Dilakukan dengan cara bergantian bernapas melalui satu Second Stage dari stu regulator si penolong (Donor).  Untuk proses bernafas ini udara di pegang oleh si pendonor dengan perhitungan 1-3 lalu bergantian lagi dan seterusnya sambil naik ke permukaan.

b. Dengan Berdikari

Cara menghadapi keadaan darurat yang terjadi dalam penyelaman yang memungkinkan harus dilakukan sendiri oleh si penderiata, dalam hal ini tidak ada buddy atau mitranya.

1. Controlled Emergency Swimming Ascent (CESA)

Adalah cara menghadapi keadaan darurat secara berdikari dimana si penyelam yang kehabisan udara berenang kepermukaan secara terkendali sambil terus menerus menghembuskan udara keluar, untuk menjaga agar paru-paru tidak mengembang berlebihan.

2. Bouyancy Ascent (BA)

Dilakukan dengan cara membuang weight belt dan menggunakan daya apung positif yang diperoleh dengan mengembangkan BCD di kedalaman. Hal ini dilakukan jika si penyelam sudah terpojok karena hal ini sangat berbahaya. 

#

Komentar

Postingan Populer