FISIKA PENYELAMAN
FISIKA PENYELAMAN
Pengetahuan terapan hukum-hukum fisika yang berhubungan dengan penyelaman adalah persyaratan terpenting bagi teknik penyelaman yang aman. Banyak masalah kesehatan penyelaman yang secara langsung diakibatkan pengaruh-pengaruh fisiologis dari hukum-hukum tersebut terhadap manusia.
1. Hukum Pascal (Tekanan)
Tekanan udara di permukaan laut pada suhu 0˚C pada
dasarnya adalah tekanan yang disebabkan oleh berat atmosfir
di atasnya. Tekanan
ini konstan yaitu sekitar 760 mm Hg (14.7
Psi) dan dijadikan
dasar ukuran satu atmosfir.
Persamaan tekanan
1 Atmosfir = 10.07 (10) *meter air laut
= 33.05 (33) * kaki air Laut
= 33.93 (34) * kaki air tawar
= 1.033 kg/cm2
= 14.696 (14.7) * Lbs/ins2
= 1.013 bars
= 101 kilopascals
= 760 mm air raksa ( mm Hg)
= 760 torr
Tekanan akan menurun pada ketinggian karena atmosfir
diatasnya berkurang, sehingga berat
udarapun berkurang. Demikian sebaliknya tekanan akan meningkat bila seorang
menyelam dibawah permukaan air. Hal
ini disebabkan karena berat dari atmosfir dan berat dari air diatas penyelam. Ukuran-ukuran tekanan dari
berbagai kedalaman mengungkapkan bahwa tekanan 760 mm Hg yaitu
sama dengan standard
atmosferik pressure, akan terasa pengaruhnya kira-kira pada kedalaman 10 m dari air laut (33 kaki).
Berdasarkan Hukum Pascal yang menyatakan bahwa tekanan
yang terdapat di permukaan cairan
akan menyebar ke seluruh arah secara merata dan tidak berkurang pada setiap tempat dibawah permukaan laut,
tekanan akan meningkat sebesar 760 mm Hg (1 atmosfir) untuk setiap kedalaman 10 m. Tekanan yang
terdapat pada suatu titik menunjukkan tekanan 1 atmosfir (tekanan di permukaan + tekanan yang disebabkan
oleh kedalaman air laut). Satuan-satuan dari jumlah tekanan adalah Atmosfir Absolut (ATA) yaitu :
|
Kedalaman (depth) |
Tekanan Absolut |
Gauge Pressure |
|
Permukaan |
1 ATA |
0 ATG |
|
10 meter |
2 ATA |
1 ATG |
|
20 meter |
3 ATA |
2 ATG |
|
30 meter |
4 ATA |
3 ATG |
Ini berarti bahwa bilamana tekanan
meningkat, volume dari suatu kumpulan gas akan berkurang atau sebaliknya. Selama tekanan sebanding dengan kedalaman, maka
volume akan menjadi setengah volume
dari semula. Hubungan ini berlaku terhadap semua gas-gas di dalam
ruangan-ruangan tubuh sewaktu penyelam
masuk ke dalam air maupun
sewaktu naik ke permukaan.
Hukum Boyle pada penyelaman tahan napas seorang Penyelam yang menghirup napas penuh di permukaan akan merasakan paru-parunya semakin lama semakin tertekan oleh air di sekelilingnya sewaktu ia turun. Contoh : Bila seorang penyelam Scuba menghirup napas penuh (6 liter) pada kedalaman 10 meter ( 2 ATA), menahan nafasnya dan naik ke permukaan (1 ATA), udara di dalam dadanya akan berlipat ganda volumenya menjadi 12 liter, maka ia harus menghembuskan 6 liter udara selagi naik untuk menghindari agar paru-parunya tidak meledak.
P1V1 = P2V2 P1V1 2 x 6
|
P1 |
= 2 ATA |
V2 = ----------- = -- |
|
V1 |
= 6 liter |
|
|
P2 |
= 1 ATA |
|
|
V2 |
= ? |
V2 = 12 liter |
Semua gas yang berada di dalam rongga tubuh akan terpengaruh oleh hubungan tekanan volume ini. Dalam hal mengenai telinga bagian tengah, tekanan air yang berperan di dalam tubuh akan dihantar oleh cairan-cairan tubuh ke rongga udara di dalam telinga bagian tengah. Selama tekanan meningkat volume akan berkurang, karena telinga bagian tengah ada di dalam rongga tulang yang kaku, rongga yang sebelumnya terisi oleh udara akan diisi jaringan yang membengkak dan menonjol ke dalam gendang telinga.
Rangkaian kejadian yang menjurus
ke perusakan jaringan
dapat dicegah dengan menyeimbangkan tekanan (Equalizing). Udara ditiupkan ke
dalam saluran Eustachius dari tenggorokan untuk menjaga agar volume gas yang ada di telinga bagian
tengah tetap konstan, sehingga tekanannya menyamai tekanan air. Proses serupa dapat terjadi di dalam
rongga-rongga sinus, akan tetapi disini dapat diseimbangkan sendiri (self equalizing) dalam keadaan normal,
karena rongga sinus punya hubungan terbuka dengan rongga hidung. Perubahan terbesar
volume gas yang mengikuti perubahan air terjadi dekat permukaan.
3. Hukum Dalton (Tekanan
Parsial dari Campuran
Gas).
Hukum ini berhubungan udara (suatu
campuran Nitrogen dan Oksigen) dan dengan pernafasan gas campuran. Dinyatakan bahwa jumlah tekanan dari suatu
campuran gas-gas adalah jumlah dari tekanan
secara tersendiri menempati
seluruh ruang (volume), selama tekanan secara menyeluruh meningkat, tekanan partial dari tiap-tiap gas akan meningkat.
Karena udara adalah suatu campuran yang terdiri dari kurang lebih 80% bagian N2 dan 20% bagian O2, maka udara di permukaan terdiri dari
N2 = 80% dari 1 ATA (760 mm Hg).
= 0,8 ATA (608 mm Hg).
O2 = 20 % dari 1 ATA (760 mm Hg)
= 0,2 ATA (152 mm Hg)
Tekanan partial dari suatu gas di dalam campuran diperoleh dengan mengkalikan persentasi gas dengan tekanan total.
4. Hukum Henry (Larutan Gas dan Cairan)
Pada suhu tertentu jumlah gas yang terlarut dalam suatu cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas tersebut diatas cairan. Di permukaan laut (1 ATA) dalam tubuh manusia terdapat kira-kira 1 liter larutan Nitrogen. Apabila seorang penyelam turun sampai kedalaman 10 meter (2 ATA) tekanan partial dari Nitrogen yang dihirupnya menjadi 2 kali lipat dan akhirnya yang telarut dalam jaringan juga menjadi 2 kali lipat (2 liter). Waktu sampai terjadinya keseimbangan tergantung pada daya larut gas di dalam jaringan dan pada kecepatan suplai gas ke jaringan oleh darah. Pengaruh fisiologis dari hukum ini terhadap seorang penyelam berlaku untuk Penyakit dekompresi, keracunan gas dan pembiusan gas Lembam (Inert Gas Narcosis). Bilamana tekanan yang terdapat dalam larutan terlarut cepat berkurang, gas akan keluar dari larutan dalam bentuk gelembung-gelembung gas. Pada penyelam, pelepasan gelembung-gelembung ini dapat menyumbat pembuluh darah atau merusakkan jaringan-jaringan, hal ini menyebabkan berbagai pengaruh dari penyakit dekompresi atau “Bends".
5. Hukum Charles
Hukum ini menyangkut hubungan antara
suhu, volume dan tekanan. Dinyatakan bahwa bila tekanan tetap konstan, volume dari sejumlah gas tertentu adalah
berbanding lurus dengan suhu absolut. Hukum
ini ada hubungannya dengan kompresi dan dekompresi dari gas-gas dan pengaruhnya
terhadap silinder, regulator, chamber
dan lain-lain, serta menerangkan bahwa perubahan tekanan dapat dilihat bilamana silinder yang berisi udara tekan
terjemur di matahari. Bila volume tetap konstan dan suhu meningkat, tekanan akan meningkat. Hukum Charles dapat dilihat
bila seorang yang secara tidak sengaja melubangi tabung
semprot (Spray Can) dan melihat
gas yang menguap di udara.
Bila
tekanan (P) tetap konstan, maka volume, (V) dari sejumlah
gas berbanding lurus dengan
suhu absolut (T) (H. Charles). Salah
satu contohnya seperti membiarkan tabung selam terpapar dengan sinar matahari/sumber panas itu dapat menyebabkan tabung
meledak.
6. Hukum Gay-Lusac
Hukum Perbandingan Volume atau (Gay-Lussac) yaitu volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi yang diukur pada suhu dan tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Tekanan (P) dari sejumlah tetap gas pada volume (V) yang tetap berbanding lurus dengan temperaturnya (T).
P/T=k P1/T1=P2/T2
Contohnya: Pada saat mengisi tabung,
sebaiknya tabung tersebut
diisi sambil direndam
di dalam ember yang berisi air dingin, agar temperaturnya tetap rendah.



Komentar
Posting Komentar